Scroll untuk baca artikel
EKONOMI

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 6,00 Persen demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Kendalikan Inflasi 2024

Avatar
8
×

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 6,00 Persen demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Kendalikan Inflasi 2024

Sebarkan artikel ini
Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 6,00 Persen demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Kendalikan Inflasi 2024

TELISIK EKONOMI – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 6,00 persen. Selain itu, suku bunga Deposit Facility juga ditahan pada level 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility pada sebesar 6,75 persen. Keputusan ini diambil sebagai langkah pre-emptive dan forward-looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2024, sekaligus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak volatilitas pasar keuangan global.

Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang masih tinggi. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 mencatatkan angka 5,04 persen secara tahunan, sehingga secara keseluruhan tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Sementara itu, inflasi Indeks Harga Konsumen pada awal tahun 2024 tercatat terjaga rendah di level 2,75 persen secara tahunan, didorong oleh efektivitas pengendalian harga pangan dan stabilitas pasokan domestik.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang menunda penyesuaian suku bunga acuan. Untuk memitigasi dampak dari dinamika global tersebut, Bank Indonesia terus mengoptimalkan instrumen moneter pro-pasar, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan Sekuritas Valas Bank Indonesia. Hingga Maret 2024, penerbitan instrumen ini terbukti efektif menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik dan memperkuat struktur pasar uang nasional.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan berada dalam kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah terus diperkuat, khususnya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di berbagai daerah untuk memitigasi risiko kenaikan harga bahan pokok. Dengan posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai 144,0 miliar dolar AS, ketahanan sektor eksternal Indonesia dinilai tetap solid dalam menghadapi potensi ketidakpastian perekonomian global sepanjang tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *