Scroll untuk baca artikel
EKONOMI

Bitcoin Tembus 67.000 Dolar AS Pasca Arus Masuk ETF Melonjak dan Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Fed

Avatar
9
×

Bitcoin Tembus 67.000 Dolar AS Pasca Arus Masuk ETF Melonjak dan Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Fed

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Tembus 67.000 Dolar AS Pasca Arus Masuk ETF Melonjak dan Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Fed

TELISIK EKONOMI – Aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin, kembali menunjukkan dominasinya di pasar finansial global setelah berhasil menembus level psikologis 67.000 dolar AS per koin pada perdagangan hari ini. Lonjakan harga ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi positif, termasuk melandainya data inflasi Amerika Serikat, serta menguatnya spekulasi pasar terkait pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS, The Fed, pada kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap, Bitcoin mencatatkan kenaikan harian sebesar 4,2 persen dengan volume perdagangan global mencapai lebih dari 35 miliar dolar AS dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Sentimen positif ini diperkuat oleh arus masuk modal bersih (net inflow) pada produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di bursa AS yang menyentuh angka 310 juta dolar AS dalam sehari. ETF milik BlackRock (IBIT) dan Fidelity (FBTC) masih memimpin penyerapan dana dari para investor institusional yang terus menambah porsi portofolio digital mereka.

Para analis pasar keuangan menilai bahwa dampak dari peristiwa Bitcoin Halving yang terjadi beberapa bulan lalu mulai menunjukkan efek domino terhadap kelangkaan pasokan di pasar spot. Berkurangnya pasokan baru Bitcoin yang diproduksi oleh para penambang, berbanding terbalik dengan permintaan instrumen ETF yang terus membesar, secara historis memicu tren naik jangka panjang. Selain itu, data on-chain menunjukkan bahwa jumlah Bitcoin yang disimpan oleh pemegang jangka panjang (long-term holders) kini mencapai rekor tertinggi baru, mengurangi pasokan likuid di bursa.

Kendati indikator teknikal menunjukkan tren bullish yang kuat, para ekonom mengingatkan para investor untuk tetap mewaspadai potensi volatilitas tinggi yang menjadi ciri khas pasar kripto. Dinamika geopolitik global serta rilis data ketenagakerjaan AS mendatang diprediksi masih dapat memengaruhi arah pergerakan harga dalam jangka pendek. Namun, jika Bitcoin mampu mempertahankan posisinya di atas level support 65.000 dolar AS, para pelaku pasar optimistis target berikutnya berada pada kisaran 72.000 hingga 75.000 dolar AS dalam kurun waktu beberapa pekan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *