Scroll untuk baca artikel
EKONOMI

Harga Perak Melonjak Tembus US$31 per Ons, Terkerek Prospek Suku Bunga AS dan Permintaan Industri Hijau

Avatar
14
×

Harga Perak Melonjak Tembus US$31 per Ons, Terkerek Prospek Suku Bunga AS dan Permintaan Industri Hijau

Sebarkan artikel ini
Harga Perak Melonjak Tembus US per Ons, Terkerek Prospek Suku Bunga AS dan Permintaan Industri Hijau

TELISIK EKONOMI – Harga perak dunia mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan medio pekan ini, mendongkrak nilainya hingga mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data pasar komoditas global, harga perak spot menguat lebih dari 2,5 persen menuju kisaran US$31,40 per troy ons. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang diperkirakan bakal segera memangkas suku bunga acuan pada semester kedua tahun ini.

Melandainya inflasi di Amerika Serikat dan melambatnya data ketenagakerjaan menjadi katalis utama yang menekan indeks Dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah. Pelemahan dolar membuat komoditas berharga yang ditransaksikan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Selain faktor makroekonomi, status perak sebagai aset aman atau safe haven semakin diminati di tengah masih memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian ekonomi global.

Berbeda dengan emas yang didominasi oleh fungsi investasi dan perhiasan, kenaikan harga perak juga ditopang kuat oleh lonjakan permintaan sektor industri. Penggunaan perak dalam teknologi energi hijau, khususnya pembuatan panel surya fotovoltaik dan komponen kendaraan listrik, terus mengalami peningkatan signifikan. Konsorsium industri perak dunia mencatat adanya defisit pasokan fisik selama tiga tahun berturut-turut, di mana laju produksi tambang belum mampu mengimbangi pesatnya konsumsi manufaktur global.

Di dalam negeri, pergerakan harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk turut mengekor tren positif global dengan menguat ke kisaran Rp15.200 per gram. Para analis pasar komoditas memproyeksikan tren penguatan untuk perak masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun, dengan target resistansi berikutnya di level US$33 per troy ons. Namun, para investor diimbau tetap mewaspadai potensi koreksi teknis jangka pendek jika data ekonomi Amerika Serikat mendatang kembali menunjukkan penguatan di luar perkiraan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *