TELISIK EKONOMI – Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran yang secara khusus menargetkan lima sektor utama perekonomian negara tersebut, yaitu penerbangan, pelayaran, teknologi, emas, dan aset digital.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (24/8) dalam sebuah konferensi pers.
“Keputusan sanksi sektoral baru yang dikeluarkan hari ini menargetkan lima jalur kehidupan paling vital Iran yang dimanfaatkannya di negara-negara lain, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran,” ujar Bessent.
Selain itu, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran.
📌 Kronologi Peristiwa
- 20 Agustus — Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran, menyebutnya sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump juga mendesak negara-negara sekutu untuk ikut bergabung.
- 23 Agustus — Menteri Keuangan AS menyatakan bahwa AS telah memasuki tahap akhir konflik dengan Iran melalui jalur tekanan ekonomi.
- 24 Agustus — Sanksi sektoral resmi dijatuhkan ke lima sektor utama ekonomi Iran.
⚠️ Situasi Terkini
Ketegangan antara kedua negara berawal sejak 28 Februari, saat AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah sasaran di Iran yang kemudian dibalas serangan balasan oleh Iran. Meskipun sempat ada nota kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan Juni, kedua belah pihak kembali saling melancarkan serangan tak lama setelahnya.
Hingga saat ini konflik belum terselesaikan. Meski tidak sedang bertempur secara langsung, AS kini menumpukan strateginya pada tekanan ekonomi yang semakin diperketat.
Sumber: ANTARA News — Sanksi Ekonomi AS ke Iran Menargetkan Lima Sektor Tautan asli: https://jogja.antaranews.com/berita/850016/sanksi-ekonomi-as-ke-iran-menargetkan-lima-sektor









Respon (2)