TELISIK EKONOMI – Bank Indonesia (BI) diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6,00 persen hingga penutupan tahun 2024. Langkah ini dinilai sebagai strategi optimal dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi volatilitas pasar keuangan global yang masih membayang.
sejumlah analis pasar modal dan ekonomi menilai kebijakan moneter BI yang pro-stabilitas masih sangat relevan. Meskipun The Fed telah memulai arah pemangkasan suku bunga acuan di AS, BI diperkirakan tidak akan terburu-buru mengekor demi memastikan arus modal asing (capital inflow) tetap terjaga di pasar domestik.
Di sisi lain, tingkat inflasi nasional yang terjaga rendah dalam kisaran sasaran menjadi penopang utama daya beli masyarakat. Kendati demikian, ketegangan geopolitik global dan dinamika harga komoditas utama membuat BI harus tetap waspada dan menahan suku bunga acuan stabil hingga akhir tahun.