Scroll untuk baca artikel
EKONOMI

** Bikin Petani Senyum Lebar, Harga Kopi Robusta di Lampung Barat Tembus Rekor Tertinggi!** **

Avatar
7
×

** Bikin Petani Senyum Lebar, Harga Kopi Robusta di Lampung Barat Tembus Rekor Tertinggi!** **

Sebarkan artikel ini
** Bikin Petani Senyum Lebar, Harga Kopi Robusta di Lampung Barat Tembus Rekor Tertinggi!**

**

-** Gelombang manis tengah dirasakan oleh masyarakat dan para petani kopi di Kabupaten Lampung Barat. Komoditas unggulan Provinsi Lampung, yakni kopi Robusta, mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan hingga menyentuh rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kopi Robusta kering tingkat petani saat ini berhasil menembus angka Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram, tergantung pada kualitas biji kopi. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, harga kopi masih berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Kenaikan harga yang drastis ini membawa angin segar bagi perputaran ekonomi lokal, khususnya di wilayah-wilayah penghasil kopi seperti Kecamatan Sumber Jaya, Way Tenong, dan Sekincau.

Supriyanto (45), salah seorang warga setempat sekaligus petani kopi di Kecamatan Way Tenong, mengungkapkan rasa syukurnya atas lonjakan harga ini. Menurutnya, hasil panen tahun ini memberikan dampak ekonomi yang sangat terasa bagi kesejahteraan keluarganya.

“Alhamdulillah, harga kopi sekarang luar biasa naik. Baru kali ini kami merasakan harga kopi menembus angka di atas Rp60 ribu per kilo. Panen tahun ini benar-benar membantu kami menutup biaya perawatan kebun yang mahal, membayar utang, bahkan masih ada sisa untuk ditabung dan persiapan biaya sekolah anak,” ujar Supriyanto saat ditemui di kediamannya, Senin (20/5/2024).

Dampak positif dari meroketnya harga kopi ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik kebun, tetapi juga menciptakan efek domino (*multiplier effect*) terhadap perekonomian daerah. Pasar-pasar tradisional di Lampung Barat tampak lebih bergairah. Daya beli masyarakat meningkat tajam seiring melimpahnya perputaran uang tunai di tingkat bawah.

Siti Aminah (38), seorang pedagang sembako di Pasar Liwa, mengaku omzet penjualannya mengalami peningkatan pesat dalam dua bulan terakhir.

“Pasar sekarang makin ramai. Kalau harga kopi naik begini, warga tidak ragu untuk berbelanja kebutuhan pokok, baju, sampai barang-barang elektronik. Perputaran uang di pasar terasa sekali cepatnya dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ungkap Siti.

Meski demikian, warga setempat berharap tren positif kenaikan harga ini dapat bertahan lama dan diikuti dengan kestabilan harga pupuk serta ketersediaan sarana produksi pertanian. Mereka meminta pemerintah daerah dapat terus menjaga rantai distribusi dan membantu petani dalam menjaga kualitas biji kopi Lampung agar tetap bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dengan melonjaknya harga kopi Robusta ini, sektor pertanian kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung utama penopang ketahanan ekonomi masyarakat di bumi *Sang Bumi Ruwa Jurai*.


**Sumber: Warga setempat**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *